Just another WordPress.com site

DESA CIPTAGELAR

DESA CIPTAGELAR

logo2

Desa Ciptagelar terletak di selatan gunung Halimun, perjalanan ke desa ciptagelar ditempuh melalui pelabuhan ratu dan apabila ingin mencapai desa ciptagelar dibutuhkan kendaraan yang dapat berjalan di medan yang bebatuan karena medannya yang berbatu, berlubang, dan banyak terdapat lembah maka butuh perjuangan untuk mencapai ke desa ciptagelar, perjalanan dari pelabuhan ratu ke ciptagelar membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 3 jam. Sebelum sampai ke desa ciptagelar kita juga akan menjumpai desa ciptarasa yang merupakan setengah perjalanan untuk sampai ke desa ciptagelar. Desa ciptarasa merupakan desa pertama ciptagelar, jadi sebelum ada desa ciptagelar sudah ada terlebih dahulu desa ciptarasa, di desa ciptarasa juga kita harus berkunjung kerumah warga. Desa ciptagelar memiliki pemimpin bernama Abah Anom, di desa ciptagelar terdapat tradisi disetiap musim panen rakyat harus memberikan semacam bayaran ke Abah Anom atau kepada anaknya yaitu berupa lumbung padi tetapi lumbung padi tersebut akan dibagikan kembali ke masyarakat atau penduduk desa ciptagelar tidak untuk Abah Anom dan anaknya pribadi, dan apabila kita berkunjung ke desa ciptagelar dan kita memberikan sesuatu kepada Abah Anom atau anaknya maka pemberian tersebut juga akan dibagikan kepada penduduk atau warganya. Pada saat di desa ciptagelar kita akan menemukan banyak lumbung padi dimana-mana, itu dikarenakan lambang dari desa ciptagelar itu sendiri adalah lumbung padi. Di desa ciptagelar penggunaan teknologi cukup minim, bahkan penduduk setempat menggunakan atau mengandalkan TV lokal mereka yang diberi nama CIGA dimana kameramen dari TV tersebut adalah pelajar desa itu sendiri. Kesepuhan adat desa ciptagelar memiliki struktur sosial yang mapan, karena sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Desa ciptagelar seperti negara kecil dan padi sebagai simbol bagi kehidupan masyarakat ciptagelar. Pada proses sebelum masuk ke dalam lumbung padi kita harus menyerahkan sesembahan biasanya uang atau sebungkus rokok. Di desa ciptagelar para wanita haru menggunakan baju kebaya dan bawahan sarung atau sinjang, dan bagi laki-laki harus menggunakan ikat kepala. Di desa cipta gelar terdapat sebuah acara yang biasa disebut seren taun atau bisa disebut acara thanksgivingnya ciptagelar, acara seren taun adalah acara untuk merayakan atau mensyukuri panen dalam satu tahun. Acara seren taun diselenggarakan di 3 desa yaitu desa sinar resmi, ciptarasa, dan ciptagelar. Desa cipta resmi merupakan cikal bakal dari desa ciptarasa dan ciptagelar.

Bahasa merupakan alat komunikasi manusia satu sama lain baik secara lisan maupun tulisan. Bahasa manusia yang digunakan di dunia ini sangat bermacam-macam, bahkan di Indonesia sendiri sangat banyak sekali ragam bahasa. Mmerupakan hasil daya kreasi manusia yang menggunakannya. Jawa Barat merupakan suatu wilayah yang kebanyakannya mengunakan bahasa sunda tidak terkecuali di Desa Ciptagelar. Mereka dalam kehidupan sehari-harinya banyak menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa komunikasi antar individu. Bahasa Sunda merupakan bahasa yang diciptakan dan digunakan oleh orang Sunda dalam berbagai keperluan komunikasi dalam kehidupan mereka. Tidak diketahui kapan bahasa ini lahir. Pastinya Bahasa Sunda telah digunakan secara lisan oleh masyarakat Sunda jauh sebelum naskah-naskah sunda kuno atau prasasti Kerajaan-kerajaan sunda diciptakan.

Masuknya teknologi ke desa Ciptagelar tidak menghilangkan tradisi lama nenek moyang mereka. Terutama dalam bidang pengetahuan pertanian. Tradisi bertanam mereka masih memegang tradisi leluhur. Tanpa obat-obatan kimiawi dan selalu berhasil panen setiap tahun. Dengan memberikan kesempatan untuk bernapas sejenak kepada bumi yang menghidupkan padi-padian maka yang terjadi adalah panen yang selalu berhasil dan leuit-leuit (tempat penyimpanan padi) yang tidak pernah dihampiri hama. Bagi orang Sunda yang hidup di pedesaan, leuit memang bukan sesuatu yang asing. Meski sekarang fungsinya sudah tergerus zaman. Di masa lalu, leuit punya peran vital, sebagai gudang penyimpanan gabah atau beras hasil panen. Pada saat musim paceklik, simpanan gabah itu ditumbuk untuk kemudian dijadikan pemenuhan makan sehari-hari. Di zaman modern sekarang leuit nyaris punah. Apalagi di daerah perkotaan, orang lebih menyukai sesuatu yang serba instan. Dikatakan “nyaris punah”, karena memang masih ada sebagian warga yang tetap mempertahankan fungsi leuit. Salah satunya adalah warga adat yang menempati kaki Gunung Halimun, sebuah kawasan yang jadi simpul perbatasan tiga kabupaten, Sukabumi, Bogor, dan Lebak (Banten). Bagi mereka yang memang jauh dari ingar-bingar dan gemerlap kota, keberadaan leuit sangat vital sebagai bumper ketahanan pangan warga. Saking pentingnya, ketika seorang bayi lahir, maka yang pertama dijadikan “hadiah” adalah membangun leuit. Begitu juga saat seseorang menikah, yang pertama harus diurus adalah leuit. “Orang kota, kalau anak lahir biasanya langsung dibelikan boks bayi. Tapi bagi warga Kampung Adat Halimun, yang pertama diberikan kepada bayi baru lahir adalah leuit”. Leuit biasanya dibangun tidak jauh dari rumah pemiliknya. Ukurannya bervariasi, bergantung status sosial pembuatnya. Bagi kebanyakan warga, ukurannya biasanya 4 x 5 meter, sedangkan bagi orang kaya bisa lebih luas lagi, 8 x 10 meter. “Sebenarnya ukurannya bukan dalam meter, tapi daya tampung. Satu leuit bisa menampung 500 – 1.000 ikat pare gede (jenis padi yang biasa ditanam warga setempat),” katanya. Jika dikonversikan, satu ikat pare gede setara dengan 5 kg. Jadi, leuit yang dibangun warga bisa menampung 2,5 ton sampai 5 ton padi. Bagi penduduk setempat, tidak ada jenis padi yang ditanam selain pare gede. Untuk jenis ini, biasanya panen satu tahun sekali. Meski begitu, tiap kali panen jarang gagal seperti yang biasa terjadi di daerah lain. Dalam satu kali musim panen, satu hektare sawah bisa menghasilkan sekira 5 ton lebih gabah. Pola tanam yang dianutnya dengan sistem pola tanam serentak. Tujuannya agar bisa mengurangi serangan hama. Meski satu tahun sekali, hasilnya cukup untuk dua tahun

Link Video :

https://www.youtube.com/watch?v=I2c7EMLJAfU (PART 1)

https://www.youtube.com/watch?v=H2E5mN1ghas (PART 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: