Just another WordPress.com site

TULISAN III

JOKOWI

PEMIMPIN RAKYAT BERJIWA ROCKER

BAB VII- BAB XII

Loji Gandrung

 

     Loji berarti “benteng”, tapi dalam bahasa jawa berarti rumah besar. Sedangkan Gandrung berasal dari kata gandrungan yang berarti tarian. Yang jelas pada masa jaman penjajahan Belanda dulu, loji gandrung adalah rumah seorangn tuan tanah. Bangunan Loji Gandrung tidak berubah hingga sekarang, kubahnya yang bergaya eropa masih ada, tapi halaman belakang yang saat dulu digunakan untuk pesta kebun sekarang sudah dibangun joglo sebagai tempat pertemuan jika wali kota mengundang banyak tamu. Selain dibalai kota, di Loji Gandrunglah Jokowi menerima tamu-tamunya. Tidak ada batasan, siapa saja boleh datang untuk bertemu dengannya.

     Keberadaan Jokowi di Loji Gandrung sebagai Wali Kota tidak terlepas dari peran ibunya yang mendidiknya sejak kecil. Nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan oleh sang ibu inilah yang selalu dipegang oleh Jokowi. Saat Jokowi tumbuh menjadi orang yang sederhana dan tidak haus dengan kekuasaan. Ibunya selalu menanamkan bahwa harta hanyalah titipan yang diatas, jangan sampai meminta ini itu alias kemaruk.

    

 

Jokowi,Budaya dan Tionghoa

 

     Jokowi menyadari Solo sangat lekat dengan tradisi dan budaya. Dalam kehidupan sehari-hari dan juga sebagai wali kota, dia bergaul menggunakan kearifan lokal asli Jawa. “ Mangku itu tradisi yang sangat hebat. Ada kesetaraan di dalam tradisi itu. Bayangkan dengan mangku saya dapat beranjangsana ke rumah seorang musuh sekali pun,” kata Jokowi.

     Selain terkenal sebagai kot   a budaya, Solo juga terjebak sebagai kota dengan sumbu pendek. Predikat itu muncul karena Solo beberapa kali dilanda kerusuhan, baik kerusuhan yang berbau etnis maupun politis. Bahkan Solo juga sempat disebut sebagai sarang teroris. Namun semenjak dua periode kepemimpinan Jokowi, Solo bersolek menjadi kota yang nyaman dan aman. Ketentraman itu terlihat jelas dari kerukunan antar warga masyarakatnya yang majemuk yang hidup berdampingan. Untuk menghargai kesetaraan di masyarakat Solo, Jokowi mengeluarkan kebijakan yang cukup monumental bagi warga keturunan Tionghoa, yakni mengizinkan penggantian nama jalan Abatoar, dengan nama tokoh Tionghoa, Yap Tjwan Bing. Jalan sepanjang 340 meter tersebut terletak didepan kantor dinas pertanian Solo. Selain mengubah nama jalan dengan nama tokoh Tionghoa, satu lagi prestasi yang monumental dilakukan Jokowi seperti dikatakn Sumartono adalah memberikan izin penyelenggaraan perayaan Imlek di Pendhapi Gede Balai kota Solo. Perayaan Imlek yang dipusatkan di kantor pemerintahan seperti balai kota hanya ada di Solo. “ boleh di cek di Indonesia, tidak ada perayaan Imlek dib alai kota. Tidak hanya Imlek, perayaan Maulid Nabi dan Natal bersama juga diadakan dib alai kota. Ini  kan sangat luar biasa. Zaman sebelum Jokowi, apa bisa masuk balai kota untuk menyelenggarakan acara seperti itu?” kata Sumartono.

 

 

 

 

Giat Membangun Solo

 

     Sebagai seorang forester-istilah untuk para lulusan fakultas kehutanan, Jokowi punya cara sendiri dalam mengubah wajah Solo. Selain ingin mengubah Solo menjadi kota dalam hutan, Jokowi juga telah menyiapkan beberapa konsep perubahan yang di branding dengan nama “Solo: The Spirit Of Java”. Berbagai program dia luncurkan, mulai dari merevitalisasi pasar-pasar tradisional, membangun ruang public, hingga merobohkan pagar-pagar beton untuk dijadikan pagar-pagar hidup yang ditumbuhi berbagai macam tumbuhan.

     Jika kita mengatakan bahwa Jokowi adalah sosok Solo hari ini rasanya tidak berlebihna. Dia membangun jalur pedestrian sepanjang 5,6 Km di sepanjang jalan protocol Slamet Riyadi. City walk yang dibangunnya itu bukan sekadar nama seperti nama sebuah mall, tapi jelas itu adalah ruang public yang sangat bermanfaat.

     Jokowi sangat tegas mengendalikan pembangunan. Dirinya mewawjibkan industry batik dan industry rumahan lainnya yang memiliki limbah berbahaya dan mengganggu lingkungan sekitar agar memiliki instalasi pengolahan limbah. Dia juga tidak menoleransi sawah dialihfungsikan menjadi kompleks perumahan atau pabrik. Pemerintahan Jokowi pun sudah menanggulangi persoalan banjir hingga 80% dengan merelokasi warga yang tinggal di bantaran kali dan mendidik masyarakat Solo untuk tidak membuang samaph sembarangan.

     Untuk menjadikan Solo sebagai warisan hidup, pada tahun 2006 Jokowi tidak hanya bermain di tataran lokal. Dia membawa Solo ke dunia internasional dengan mendaftarakan Solo ada Organization World Heritage Cities dan menjadikan Solo sebagai kota satu-satunya dari Indonesia yang tergabung dalam organisasi itu. Selepas itu pada tahun 2008 UNESCO mengakui Wayang sebagai warisan budaya dunia, dan Ki Dalang Manteb Sudharsono dari Solo menerima anugrah tersebut.

    

 

 

Jokowi dan Dahlan Iskan

 

     Malam itu, 9 februari 2012 saya (penulis-ed). Sedang bersantai bersama Jokowi di teras belakang rumah dinasnya sambil menikmati the beraroma melati dan makan malam steak lidah khas Solo yang lezat. Kami berbincang tentang rencana Jokowi ke Singapura untuk menonton konser terakhir band metal Judas Priest sebelum dibubarkan oleh personilnya, dan Lamb Of God yang masuk dalam nominasi Grammy Awards 2012.

     Pembicaraan terhenti sejenak ketika Jokowi harus membaca sms yang masuk. Setelah itu, pembicaraan tadi mendadak berganti dengan pertanyaan Jokowi kepada saya. “Gimana menurut Yon kalo ada yang mau mengajak saya makan malam bersama Dahlan Iskan?” tanyanya tenang, tapi menyiratkan untuk mendapat jawaban cepat. Dijelaskannya bahwa acara makan malam itu akan dilangsungkan di warung soto Kauman di kawasan Lebak Bulus, Jakarta. Sebelumnya kami juga berbincang tetang rencana sebagian orang yang mendorong Jokowi untuk maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

     Tak disangka apa yang dipikirkan Jokowi ternyata tidak jauh beda dengan apa yang saya pikirkan karena Jokowi memang tidak pernah terpikir untuk sampai menjadi wakil presiden apalagi jadi presiden. Akhirnya dengan alasan ewuh pakewuh , Jokowi akan hadir keacara makan malam tersebut.

     Menyandingkan Jokowi dan Dahlan Iskan menjadi pemimpin masa depan bukanlah sebuah bualan litik. Dua tokoh ini memiliki gaya yang sama dalam memimpin. Sebagai pejabat mereka memiliki ide-ide cemerlang, inovatif, dan rendah hati. Entah dari mana sumbernya tiba-tiba beberapa media mulai membangun opini public dengan menyandingkan mereka untuk kepemimpinan Indonesia di 2014. Keberhasilan Jokowi dalam memimpin Solo dengan cara yang tidak biasa, membuat banyak orang menilai dia layak mendapatkan posisi yang lebih tinggi dari sekarang, begitu juga DI yang dianggap mumpuni membawa perubahan bagi Indonesia yang sedang carut-marut saat ini.

     Keduanya telah mampu meyakinkan kita bahwa di negeri ini masih ada pemimpin atau pejabat yang berpihak kepada kepentingan rakyat dengan kerja nyata. Melihat kenyataan itu saya jadi teringat dengan tulisan blogger yang juga mantan wartawati Tempo,Linda Djalil didalam blognya.

 

 

Menjadi Gubernur

 

     Berbagai dukungan datang kepada Jokowi yang mumpun baru hanya memimpin sebagai wali kota Solo namun banyak memberikan perubahan. Menanggapi dukungan dari berbagai pihak agar Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakara, masyarakat Solo pun gemas. Mereka tidak rela karena Jokowi adalah Solo dan Solo adalah Jokowi. Bagi mereka Jokowi adalah eksklusif milih masyarakat Solo. Suatu ketika karena semakin gerah, sekelompok orang pun mendemo Jokowi di Solo. Mereka meminta agar wali kotanya itu tidak mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

     Semua kisruhan dukung mendukung Jokowi untuk menjadi gubernur DKI Jakarta ini bermula dari hasil survey yang dilakukan oleh cyrus, sebuah lembaga survey yang menjaring pendapat masyarakat Jakarta untuk calon gubernur DKI Jakarta pada pilkada 2012.

     Menanggapi banyaknya dukungan yang didapat Jokowi memiliki jawaban sendiri. Bagi dia memimpin Solo dan memimpin Jakarta itu sama saja. “ Semua wilayah di Indonesia ini memiliki karakter masalah yang ada di daerah tersebut. Tidak ada perbedaan antara Solo dan Jakarta.” Jelas Jokowi. Dengan prinsip itu Jokowi tidak khawatir jika dirinya nanti ditugaskan untuk mengurus permasalah yang dialami masyarakat Jakarta. Dia pun menambahkan menyelesaikan permasalahan di Jakarta pakai jurus dari bangsa mana pun bisa asal kebijakan untuk menyelesaikannya sudah ditetapkan lalu diimplementasikan di lapangan.

    

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: